Apa yang tampak baik di mata kita, tak selalu baik di mata teman, saudara, apalagi Tuhan. Terlepas setiap orang punya hak dalam menilai dan mengapresiasikan feelnya, tapi ternyata mendobrak batasan-batasan yang menurut kita masih bisa ditoleransi dalam batas kewajaran tak semudah yang dibayangkan. Terlebih jika menyangkut prinsip dan pilihan hidup. Malam tahun baru 2008 inilah aku merasa sudah saatnya berpikir dan bertindak logis, berjalan sendiri, melalui hari-hari sendiri meski dipenuhi bayang-bayang masa lalu yang kadang kelewat tragis. Tapi, sahabatku bilang, aku pecinta tantangan. Apapun yang kulukis dalam hidup, dengan crayonku sendiri maka apapun resikonya, harus kuhadapi sendiri. Konsekuensi logis! Aku sadar. Kadang sulit untuk membuat keputusan yang tepat. Kadang rasa percaya diri itu lenyap, terlebih jika hati diselimuti kebimbangan yang tak berujung. Benarkah rasa tak pernah salah?! Atau...jiwa ini yang kering.
Bagaimanapun sujud syukur tak pernah lepas kupanjatkan. Alhamdulillah...aku bisa melewati malam tahun baru 2008 ini dengan indah di Balikpapan meski dalam kesendirian. Ah....sebenarnya enggak sendiri. Ditengah-tengah teman dan sahabat yang selalu ada dalam hidupku aku merasa kekosongan itu bisa kulampaui. Sahabatku bilang, rasa kosong dan sepi meski di tengah keramaian itu kurasakan karena aku belum mengenal-Nya. Sungguh memprihatinkan, diiusiaku yang sudah lebih seperempat abad ini aku masih begitu rapuh, terutama dalam hal keimanan. Ada kalanya aku belajar untuk terus mencari dan mencari Tuhan. Ada kalanya aku khilaf dan berbuat seenak perut tanpa berpikir panjang. Dalam kondisi sadar ataupun tidak, banyak keputusan salah yang sering kuambil dalam hidup.
Sekarang aku bertekad, untuk selalu hati-hati dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan yang kubuat! Aku harus bisa!!!
Banyak PR yang masih terbengkalai. Banyak pembenahan yang masih harus kulakukan. Besar harapanku untuk bisa melalui semua dengan baik dan benar. Aku percaya, Tuhan akan selalu bersamaku.
Terimakasih sahabat dan saudara-saudara tercinta yang selama ini selalu mendukungku dalam suka maupun duka. Terimakasih Bapak, Ibu atas toleransi yang diberikan atas semua kekhilafan ini. Terimakasih ya Allah.....aku merasa Kau masih menyayangiku dengan kesempatan yang Kau berikan padaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Posting Komentar